EUROLIGUE 2025/2026 – Di penghujung pertandingan yang kurang seru, Paris Basket kembali bangkit dan kalah 81-75 melawan Bayern Munich.
Paris menemukan warna cerah saat melawan Real pekan lalu tetapi dengan cepat kehilangannya saat bertandang ke Bayern Munich. Kurangnya inspirasi ofensif tetapi juga keterampilan, tim Paris mengejar skor sejak pertengahan kuarter pertama tanpa pernah berhasil membalikkan tren.
Kecanggungan terjadi di babak pertama
Setelah dua kegagalan Jerman, Justin Robinson Kemudian Sebastian Herrera mencetak dua tembakan pertama Paris. Dua tembakan kemenangan dalam banyak percobaan sebelum keberhasilan tim tamu menurun drastis. Terutama jarak jauh. Meskipun demikian, mempertahankan keunggulan singkat di pertengahan kuarter pertama, tim Paris mengandalkan kecerobohan Bayern, juga bukan yang terbaik (10-12). Namun, kedua tim menciptakan tembakan terbuka, namun tidak berhasil masuk. Perbedaan tipis ini dengan cepat dipadamkan oleh tuan rumah, yang memulihkan keunggulan melalui skor 2. dan satu dari Jesup. Paris membiarkan poin-poin berharganya hilang begitu saja, sudah mengumpulkan terlalu banyak turnover dan harus terus mengejar skor meski masih menghadapi kesulitan (21-18).
Antara kecepatan dan ketergesaan, marginnya kecil dan bola hilang satu per satu di satu sisi atau sisi lainnya. Paris dengan demikian akan mengumpulkan 11 gol saat jeda, 12 untuk Bayern. Dari pertukaran harta benda tersebut, klub Jerman lah yang diuntungkan. Karena ketika Paris membangun kekalahannya secara bertahap, Bayern meluangkan waktu untuk membangunnya. Jibril dengan demikian dapat ditemukan di bawah lingkaran untuk memberikan sedikit udara kepada umatnya (29-21). Skor yang tak banyak berubah hingga turun minum. Kedua kolektif masih belum menetapkan tujuan dan mencatatkan 2 inith perempat waktu dengan skor kecil 13-13 dengan keberhasilan masing-masing semakin banyak di setengah tiang.
Warga Paris kami tidak menyerah! pic.twitter.com/0rPJS6Lc8h
— Bola Basket Paris (@ParisBasketball) 3 Februari 2026
16th kekalahan di EuroLeague untuk Paris Basket
Meski begitu, tim Paris menyia-nyiakan peluang langka untuk mengambil alih pertandingan. Dan tanpa kenal lelah, mereka dihukum dalam prosesnya. Menyukai Jesup yang mengirimkan panah 3 titik untuk memadamkan bara api. Langsung ditiru oleh Giffey et MikeBayern tetap unggul 6 jarak. Dan sekali lagi, tagihannya bisa jadi lebih berat tanpa adanya limbah Jerman. Karena serangan individu dan tembakan pertama dari pasukan Paris tidak membuahkan hasil. Keranjang dari Robinson Namun saat bel berbunyi, rasanya menyenangkan dan memberi Paris harapan sebelum sepuluh menit terakhir (52-49).
Mati kelaparan di bawah lingkaran lawan, Bayern menelan golnya yang ke-16th rebound ofensif, ditingkatkan oleh Andreas Obst sejauh ini (26 poin termasuk 5/10 pada 3 poin). 16th Penawaran Paris kemudian diuntungkan Jesupyang berikutnya memastikan kekalahan Paris meski terjadi ledakan terakhir di detik-detik terakhir. Didominasi dalam rebound, dirusak oleh kegagalan mereka (25/62 termasuk 30/10 dengan 3 poin), tidak mampu menemukan solusi secara kolektif, tim Paris mengalami kekalahan 16th kemunduran musim ini di EuroLeague.

Kami mengejar skor sepanjang pertandingan tanpa berhasil unggul. Fokus pada resepsi Fener pada hari Kamis. pic.twitter.com/ncBDgefPff
— Bola Basket Paris (@ParisBasketball) 3 Februari 2026
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita